Second Life…

Desember 7, 2007

Lama kucari sehela hawa

untuk tenangkan jiwa

Lalu dia ada

kucoba merapat berjarak, sontak dia mendekat

melompati batu runcing yang berteriak di depannya.

Siang itu senyap,

wajahnya memutih di bawah sinar jilbabnya.

Satu nafas sudah cukup untuk mengisi rongga-rongga nyawa

Lalu aku terbangun,

dengan nafasnya,

nafas dari telunjuk Ilahi

3 Responses to “Second Life…”

  1. sika Says:

    Subhanallah,
    Maknanya dalem. Syarat dengan pesan ketuhanan. Jiwa melankolis banget gitu lhoo…..
    tapii… puisinya buat siapa yaaa….?

    : untuk orang yang penasaran sama puisi ini. hehe…

  2. sika Says:

    Berarti sika ga jadi tanya dech…. ntar ndak penasaran . Takut jadi sasaran puisinya.


  3. ini tih tulisan pertamax bos ku :D

    R say:
    iya, tulisan pertama di blog. aku kira postingan ini ga ada yg mau baca.

Leave a Reply