sebuah rahasia
Februari 27, 2008
Berbicara tentang apakah gelas kepada sendok teh?
yang bibirnya telah dicumbui politikus kotor dan hakim korup
di sudut kafe milik pengusaha paha putih
lampunya remang, basi
asapnya gentayangan
Bukan Valentine…!!!
Februari 13, 2008
Sebelum aku menulis, kali ini aku sempat jalan2 dulu ke beberapa artikel yg membahas mengenai hari valentine. Kata yang paling banyak disebutkan adalah valentine day’s, St. Valentine, lupercalia, upacara, kerajaan romawi, hukum gereja, kaisar, claudius II,kristen, pastor, hukum dalam merayakan valentine, 14 Februari, kuno, cupid dan sebagainya.
Intinya perayaan valentine dimotori oleh umat kristiani, mulai dari pelaku-pelakunya, sampai asal muasal valentine dari berbagai versi. Katanya ini, dan katanya itu. Di lain sisi agama non-kristen, khususnya Islam menentang keras perayaan tersebut. Katanya ini dan katanya itu.
Kosa kata ‘valentine’ sendiri terdengar di telingaku sewaktu aku masih kelas 2 SMA. Anehnya, kata itu terdengar dari seorang teman sesama muslim. “Met valentine” katanya “ini hari kasih sayang, kirim bunga dan coklat buat pacarmu”. Kata valentine kemudian diautosave oleh otakku dan tak bisa di delete lagi. Mungkin satu2nya cara menghilangkannya adalah dengan menginstall ulang atau amnesia yg disengaja atau gila.
Di tahun2 berikutnya aku menyaksikan bahwa valentine sudah menjadi budaya bagi kalangan anak2 gaul dan sok gaul. Bahwa valentine bukan lagi tentang st. valentine, tentang dewa, tentang kristen, tentang pastor, tentang romawi, tentang claudius II, tentang berbagai versi dan asal muasal valentine. Tetapi valentine adalah hari kasih sayang, hari untuk menunjukkan cinta dan rasa sayang yang lebih buat seseorang yang dia cintai, hari yang istimewa buat sepasang kekasih.
Menurut pendapat aku sendiri, tidak ada salahnya jika di tanggal 14 Februari (bukan valentine) kita merayakan cinta, kita merayakan kasih sayang. Memberikan sesuatu yang lebih buat orang-orang yang kita sayangi, karena tidak setiap hari kita punya waktu untuk itu. Alangkah baiknya jika sepulang kerja kita mampir untuk membeli bunga atau buah segar untuk Ibu atau keluarga di rumah dengan segala keceriaan dan kebahagiaan yang kita miliki. Alangkah baiknya jika sepulang sekolah atau sepulang kuliah kita mencium tangan makhluk yang melahirkan kita. Alangkah baiknya jika di malam harinya kita sujud bertahajjud kepada Allah dengan cinta yang utuh, penuh, yang sebenar-benarnya cinta. Cinta yang tidak lebih dari satu, pun tidak kurang dari satu. Cinta dari Cinta dan untuk Cinta. Cinta ciptaan Cinta Allah yang begitu demokratis.
Oleh karena itu mari kita konversikan makna valentine dengan perayaan cinta kita masing-masing. Kita tak usah pedulikan katanya ini dan katanya itu. Karena katanya ini dan katanya itu membuat kita pusing entah berapa keliling. Bagaimana dengan Anda???




