Bukan Valentine…!!!
Februari 13, 2008
Sebelum aku menulis, kali ini aku sempat jalan2 dulu ke beberapa artikel yg membahas mengenai hari valentine. Kata yang paling banyak disebutkan adalah valentine day’s, St. Valentine, lupercalia, upacara, kerajaan romawi, hukum gereja, kaisar, claudius II,kristen, pastor, hukum dalam merayakan valentine, 14 Februari, kuno, cupid dan sebagainya.
Intinya perayaan valentine dimotori oleh umat kristiani, mulai dari pelaku-pelakunya, sampai asal muasal valentine dari berbagai versi. Katanya ini, dan katanya itu. Di lain sisi agama non-kristen, khususnya Islam menentang keras perayaan tersebut. Katanya ini dan katanya itu.
Kosa kata ‘valentine’ sendiri terdengar di telingaku sewaktu aku masih kelas 2 SMA. Anehnya, kata itu terdengar dari seorang teman sesama muslim. “Met valentine” katanya “ini hari kasih sayang, kirim bunga dan coklat buat pacarmu”. Kata valentine kemudian diautosave oleh otakku dan tak bisa di delete lagi. Mungkin satu2nya cara menghilangkannya adalah dengan menginstall ulang atau amnesia yg disengaja atau gila.
Di tahun2 berikutnya aku menyaksikan bahwa valentine sudah menjadi budaya bagi kalangan anak2 gaul dan sok gaul. Bahwa valentine bukan lagi tentang st. valentine, tentang dewa, tentang kristen, tentang pastor, tentang romawi, tentang claudius II, tentang berbagai versi dan asal muasal valentine. Tetapi valentine adalah hari kasih sayang, hari untuk menunjukkan cinta dan rasa sayang yang lebih buat seseorang yang dia cintai, hari yang istimewa buat sepasang kekasih.
Menurut pendapat aku sendiri, tidak ada salahnya jika di tanggal 14 Februari (bukan valentine) kita merayakan cinta, kita merayakan kasih sayang. Memberikan sesuatu yang lebih buat orang-orang yang kita sayangi, karena tidak setiap hari kita punya waktu untuk itu. Alangkah baiknya jika sepulang kerja kita mampir untuk membeli bunga atau buah segar untuk Ibu atau keluarga di rumah dengan segala keceriaan dan kebahagiaan yang kita miliki. Alangkah baiknya jika sepulang sekolah atau sepulang kuliah kita mencium tangan makhluk yang melahirkan kita. Alangkah baiknya jika di malam harinya kita sujud bertahajjud kepada Allah dengan cinta yang utuh, penuh, yang sebenar-benarnya cinta. Cinta yang tidak lebih dari satu, pun tidak kurang dari satu. Cinta dari Cinta dan untuk Cinta. Cinta ciptaan Cinta Allah yang begitu demokratis.
Oleh karena itu mari kita konversikan makna valentine dengan perayaan cinta kita masing-masing. Kita tak usah pedulikan katanya ini dan katanya itu. Karena katanya ini dan katanya itu membuat kita pusing entah berapa keliling. Bagaimana dengan Anda???





Februari 14, 2008 at 1:27 am
Yups… sepakat. Mari kita rayakan kasih sayang kita sepanjang tahun. Bukan cuma satu hari saja. Yang cuma satu itu cinta_Nya.
Februari 15, 2008 at 6:43 am
Valentine kali ini gw mala jalan-jalan bareng temen n bosnya. Dapet cokelatpun dari Garuda, pas terbang balik ke Jakarta. Gak ada yang spesial dengan 14 Februari, karena gw lebi memilih berbagi kasih sayang setiap hari
Februari 15, 2008 at 12:06 pm
Astagfirullah… ini fostingan termasup fostingan yang nyata kesesatnnya… lagi menyesatkan!
Ahhh… kenafa banyak yang selalu meributkan tulang daripada sumsum-na ya??? Ane tanya-tanya, orang kristen sendiri tidak mengklaim bahwa “Palentin Dey” berakar dari ajaran agamanya…. Kenafa kita tidak mau melihat pesan dan esensi-na saja???
Penelitian mengenai asal-usul Palentin Dey juga ternyata sangat beragam… Adafun mengenai adanya pergeseran nilai dan trend dalam merayakan-na, hal tersebut bersifat sangat relatif dan tidak menyeluruh…
Februari 15, 2008 at 12:06 pm
gak ikut plentinan
eh plentinan itu apa yak?
*ndeso*
Februari 15, 2008 at 12:33 pm
sebenarnya aku sanksi juga dengan cerita cerita zaman dulu tentang gereja atau hukuman gantung pastur dan bla bla bla….apakah semua cerita itu benar kayak gitu…, fakta yang benar benar fakta sampai saat ini aku kira hanya dari cerita door to door… artikel yang gak jelas dan lain lain… apa salahnya kita menganggap hari valentine seperti hari ibu misalnya… apakah di hari ibu saja kita mesti mencurahkan dan mengenang akan semua jasa jasanya… tidak kan…?
Februari 15, 2008 at 1:14 pm
Jika begitu adanya, lalu mengapa kita harus merayakan kemenangan di Hari Lebaran jika di setiap Sholat Fardhu kita adalah kemenangan sejati? Allah tidak menciptakan zaman dengan menarik sebuah garis lurus dari waktu ke waktu, kawanku…!!!
Februari 15, 2008 at 5:56 pm
Setiap hariku adalah hari kasih sayang.
Pas valentine, yang terkasih gak di tempat.
Enjoy aja!
Februari 17, 2008 at 11:23 am
Klo saya ndak ngerayain valentine, tapi menghargai orang yg ngerayainnya. Misal, klo ada yg ngasih sy coklt n bunga pas vlentin saya hargai dengan menerimanya, hehe
Februari 17, 2008 at 2:43 pm
sebelumnya lam kenal…
klo menurutku, yg penting niatnya memberi kasih sayang kita, kepada siapa aja, kapan saja dan sesering apa,, wong berbuat baik itu bukan karna sejarahnya gimana,
bener ga ya??
Februari 20, 2008 at 2:41 pm
: hanggadamai
haha… kena tempias valentine juga ya mas…
: rizalahmad
sepakat, tp perlu kita sadari bhw kadang2 kita mmg lupa utk berbuat baik dan berbagi, makanya Sang Pencipta menciptakan moment utk kita, moment utk menjewer telinga kita agar kembali berbuat baik.
bener ga ya??
lam kenal juga…
Februari 20, 2008 at 3:08 pm
valentine udah berlalu dan yang ada saat ini adalah hari biasa.. so.. mar kembali ke hari hari seperti biasa
Februari 21, 2008 at 1:52 am
:rizalahmad
Kalo kita berbuat tanpa tahu sejarahnya, berarti kita berbuat tanpa ada tuntunan. Artinya, mengandung arti asal-asalan atau ikut-ikutan . Padahal amal yang kita lakukan mengandung dua unsur yaitu ada tuntunannya dan ikhlas. Kita sholat ada tuntunanya, zakat ada tuntunanya, merayakan Hari Raya ada tuntunanya, berbakti pada kedua orang tua ada tuntunya. kemudian, semua itu kita landasi keikhlasan. I think like that my brother…..!!!