Postingan  ini hanya kutipan dari kutipan (kutipannya kuadrat) yg membahas mengenai ihwal pernikahan dari sudut pandang yg mungkin sedikit berbeda dengan cara pandang anda mengenai pernikahan. Tp tunggu dulu…

Perhatian…!!!

Baca kriteria pembaca di bawah ini sebelum melanjutkan rasa ingin tahu anda.

  • Pria, waria dan Wanita
  • Usia min 17 tahun (terhitung sejak anda membuka postingan ini)
  • Memiliki pengalaman ngeblog minimal 3 (tiga) postingan dan 1 (satu) halaman.
  • Tingkat pendidikan min SLTP sederajat.
  • Status pernikahan lajang, sudah menikah, cerai.
  • Sudah pernah membaca Al-Quran dan Al-Hadist atau Kitab menurut ajaran masing-masing.
  • Sudah pernah membaca filsafat mawas.
  • Tidak boleh melecehkan penulis, dan atau pengutip, apalagi sampai melakukan penganiayaan terhadap penulis dan pengutip.
  • Pengutip tidak bertanggung jawab dengan apapun yg terjadi dengan pembaca setelah membaca postingan ini.
  • Dan yang tak kalah penting, sudah pernah mengisi buku tamu punya rhyzQ, jika belum klik di sini.
  • Bersedia memberi koment dan meninggalkan alamat web anda (paling tidak email atau sejenisnya).

Jika anda sudah memenuhi kriteria tersebut, silahkan melanjutkan petualangan anda dan selamat membaca…!!!

Kutipan (tidak) Bijak.

(M. Aan Mansyur)

Ketika seorang perempuan memutuskan untuk menikah, ia akan mengecewakan banyak lelaki hanya untuk dikecewakan oleh seorang lelaki. (Helen Rowland)

Lelaki akan selalu menemukan usianya tujuh tahun lebih tua setelah ia menikah. (Francis Bacon)

Pernikahan adalah sebuah hal yang setiap perempuan menyetujuinya, dan sebaliknya setiap lelaki tidak. (Oscar Wilde)

Pernikahan adalah drama di mana pemeran utamanya mati di babak pertama. (John C. Lilly)

Perempuan menangis sebelum menikah, sementara lelaki sesudahnya. (Pepatah Polandia)

Pernikahan itu serupa sangkar, burung yg di luar berusaha keras ingin masuk, sementara burung yang di dalam berusaha lebih keras ingin keluar. (Michel de Montaigne)

Lelaki tak akan pernah lengkap sampai ia menikah – dan kemudian bercerai. (Zsa Zsa Gabor)

Orang menikah untuk memperoleh haknya dan melipatgandakan kewajibannya. (Arthur Schopenhauer)

Jika anda tidak menikah, anda akan menyesal; jika anda menikah, anda juga akan menyesal. (Soren Kiekergarrd)

Hati manusia senantiasa harus selalu dipenuhi oleh perasaan cinta. Itulah alasan mengapa seharusnya tidak menikah. (Oscar Wilde)

Suami tidak mengungkapkan segala hal kepada istrinya, kemungkinan besar karena apa yang disembunyikan itu akan menyakiti istrinya. (Leo J. Bruke)

Sebagian besar suami yang pernah saya lihat mengingatkan saya pada seekor orang utan yang mencoba bermain bola. (Honore de Balzac)

Lelaki yang kehilangan seorang istri dan enam perak uangnya telah kehilangan enam perak. (Pepatah Skotlandia)

Telah dikatakan oleh orang-orang Indian bahwa ibu adalah segala-galanya, dan istri bukan siapa-siapa. (Germaine Greer)

Jika anda merasa berbeda dari sebelumnya, segera hubungi psikiater atau ulama terdekat di kota anda.

*kabur*

10 Responses to “Kutipan : Kutipan (tidak) Bijak”

  1. hanggadamai Says:

    huakakak untung saya udah memenuh smua kriteria..
    klo bagi saya
    nikah itu enaknya cuman 5%
    95% nya…………ueeeeeeeeenaaaaaaakkk teeeeennaaann :mrgreen:
    btw sp yg mw nikah??
    undangannya jgn lupa ya???

  2. icozya Says:

    :lol:
    :lol:
    :lol:

    kesimpulannya… menikah itu membuat penderitaan bagi kaum laki

    tapi saya masih niat nikah cuman gak tau kapan
    *nyengir2 sendiri*

  3. edy Says:

    itulah kenapa saya menikah :lol:

  4. Cabe Rawit Says:

    Ini benar-benar bijak… :mrgreen:
    Setelah jadi sarjana, sekarang tinggal kawinnya… :)
    *difecut*


  5. Untung kutipan ini bukan kutipn bijak.
    Jadi pasti boong kan.

    Sebenarnya sedikit percaya juga sih. Meong meong

  6. RhyzQ Says:

    : hanggadamai
    hahaha…, berarti normal. bukan aku yg mau nikah, sumpah bukan aku.

    : icozya
    nikah bukan berarti masalah selesai, tapi setelahnya akan ada sebarisan masalah yg menunggu untuk segera diselesaikan.
    *sok arif*

    : edy
    enggak logis, tapi normal. bagus…bagus…

    : cabe rawit
    bukan kawin, tapi nikah…, abis itu kawin
    *jingkrak-jingkrak kayak kera sakti*

    : achoey sang khilaf
    itu logis, kebanyakan yg sudah menikah membenarkan dan ada juga yg tidak, tp mungkin cuma pembenaran dan sifatnya sementara. Untuk membuktikannya, segeralah menikah dan buktikan bahwa itu salah. Selamat menikah… :mrgreen:

  7. takochan Says:

    Ah, itu kan cuma kutipan! :lol:

  8. RhyzQ Says:

    Ye… ga percaya.
    Coba aja… :lol:

  9. uwiuw Says:

    hehehe pepatah yg bagus :) hidup bujangan metropolis!…berusaha banyak duit tapi takut kawin hehehe krn takut ngak bisa main lagi….paling2 bakal nikah saat ngak ada lagi temen diajak begadang dan nonton bola dan kebut2 di jalan raya

    hehehehe

    R say:
    temen2 yg mau diajak begadang dan nonton masih ada bang, tapi aku udah mau nikah dlm waktu dekat ini. hehehe…


  10. hmm… jadi males nikah… langsung kawin aja dah..

    R say:
    Hahaha… hidup itu pilihan mas. Terserah mas aja dah. Aku hanya mengangkat sebagian pemikiran yg berbeda. :)

Leave a Reply