Untuk Ibu

April 23, 2008

Aku akan jarang blogwalking. Di mana aku pernah membaca kalimat yg nyaris putus asa ini. Entahlah, aku sudah lupa, yg jelas aku juga demikian. Kalau sekarang bunda sedang bersenang2 dgn speedy-nya, aku malah bersedih2 karena modem cdma-ku hancur dilempar keponakanku yg masih berumur 2 tahun. Jadi untuk mengunjungi blog ini rasanya semakin berat karena harus antri dengan para pecandu game on-line di warnet. Belum lagi duplikat kunci rumah sudah ditarik sama Ibu, sebagai isyarat kalau aku tidak boleh pulang larut lagi. Belum lagi…

Aku paham maksud ibu, itu karena juli mendatang aku akan dinikahkan dengan seorang keturunan hawa dari tanah bugis. Mungkin tak seindah dongeng cinderella tapi aku juga berharap pernikahan ini tak separah legenda siti nurbaya.

Menikah, menikah, menikah. Begitu sakral kata ini, sampai-sampai aku merinding mengucapkannya di usiaku yang masih seperempat abad min 1 ini, yg aku sendiri tidak begitu yakin apa aku siap menghadapinya. Menikah, menikah, menikah. Ini adalah wacana yang paling menggelikan di antara teman-teman sesama bujang yang seumuran denganku meski kami semua menginginkannya. Menikah, menikah, menikah. Terlalu banyak istilah lain yang mengekor di belakang kata suci sekaligus seksi ini. Terlintas dipikiranku tentang hidup, hak dan tanggung jawab jilid 2, cinta, pekerjaan, makan, istri, suami, Ibu, Ayah, anak-anak, dapur, ranjang dan kelambu, budaya, sholat jamaah bareng istri. Kedengarannya sederhana, tapi bagiku ini persoalan mengarungi samudera yg hanya menggunakan sampan.

Aneh rasanya, selama ini kang achoey berusaha keras mencari rusuk kirinya tapi tak kunjung sua. Dan aku, menemukannya tanpa bergerak sedikit pun. Kadang aku berharap Allah berkehendak menukarku dengan orang yg betul-betul siap seperti kang achoey, tapi mengingat ini permintaan Ibu. Aku iyakan, meski hanya dengan niat membahagiakan Ibu di hari tuanya, aku yakin Allah ridho dengan tugas baruku ini, mungkin ini sudah bagian dari rencanaNya. Insya Allah aku siap dengan segala istilah yang ada di belakangnya. Apalagi kini aku sudah memiliki penghasilan, lalu untuk apa aku menundanya.

Aku menganggap ini merupakan fase pembelajaran baru bagiku. Aku sangat mengharapkan dukungan, dan nasihat dari teman-teman, terutama yang sudah menikah dan memiliki tips-tips jitu dalam menjaga hubungan rumah tangga.

Mungkin setelah ini aku akan jarang dan semakin jarang mengunjungi blog teman-teman, tapi selama aku sempat aku akan berkunjung. Karena aku tahu, di blog teman-teman ada banyak nilai hidup yg perlu aku pelajari.

Salam hangat selalu.

13 Responses to “Untuk Ibu”

  1. langitjiwa Says:

    saling pengertian, dan bagaimana menyikapi suatu permasalahan yg ada.dan disitulah gunanya kita saling memahami
    pasangan kita.dan keterbukaan itu harus.
    met malam,mas.
    salamku,
    langitjiwa…

    R say:
    makasih mas…

  2. hanggadamai Says:

    mas tiar, kok diriku jadi sedih ya??
    Allah always answer is the best

    R say:
    Insya Allah semua ada hikmahnya. Makasih mas…


  3. rhyzQ….
    ada suka dan ada duka mendengar berita ini….

    Qi, first at all, selamat.. akhirnya separuh dien itu akan kamu genapkan… semoga Allah selalu memberikan yang terbaik buat RhyzQ..
    *ge ge ge, ikhlas kok ndoai musuh yang satu inih :D *

    yang kedua, harus dengan keyakinan ya, Qi.. foolow your heart. jangan hanya untuk membahagiakan ortu, atau ini dan itu.. tapi harus karena hatimu mantap mengatakan, “dialah jodohku!!”

    banyak2 minta petunjuk sama Tuhan….
    menikah itu bukan untuk kebahagiaan orang lain aja. yang utama adalah untuk kebahagiaan diri kita sendiri!! untuk mencari ketenangan kita dalam diri orang lain yang akan hidup bersama kita di sisa umur kita…

    ^_^

    R say:
    wah, dalem mbak. Insya Allah dia betul2 jodohku. Allah memilihnya lewat ibu. Makasih mbak presty.

  4. Menik Says:

    Innalillahi….
    Tapi tu modem CDMA ga papa kan ???

    *mengecek RS mana si Modem diopname* :mrgreen:

    R say:
    parah bunda, modemku selain ancur penuh iler juga. soalnya sebelum dilempar dijilat2 dulu ma ponakanku. :(


  5. Mas, ah kata siapa aku gak dapet2
    *hiks-hiks*

    R say:
    orang yg dekat sm kita belum tentu jodohkan? sampai saat ini aku juga dekat dengan seorang akhwat, tp Allah menentukan lain.

  6. Menik Says:

    *serius*

    Q, Bertanya pada Allah adalah tindakan yg terbaik yg harus dirimu lakukan…

    Insya Allah selalu diberikan kemudahan :)

    Semangat ya Dek…

    Walaupun nanti menikah, jangan lupain kita…

    Kita yang pernah menjadi sohib2mu disini

    yang akan selalu menantikan kehadiranmu lagi…

    Doaku untukmu kutitipkan pada Allah SWT

    *kalo nanti mampir saungbunda lagi, dirimu masih boleh ngrusuhi* :P

    R say:
    makasih bunda, iya deh, aku akan rajin mampir ke saungbunda.


  7. cuma dibikin seru aja
    ada yg ngedeketin diam
    pas dijauhin nyengir
    gitu aja terus
    sampai akhirnya bingung sendiri
    saking banyaknya yang ngantri
    mereka bosan dan semuanya pergi

    *hiks2 lg*

    R say:
    akhwat memang begitu kang. jinak2 merpati. bahkan kadang mereka (akhwat2) tidak begitu tahu apa yg sebenarnya mereka inginkan. ups, mudah2an ga ada akhwat yg tersinggung. jgn sedih kang.

  8. Menik Says:

    @ Achoey

    Gimana tadi malem ? udah diliat ?

    R say:
    aku di cuekin yah. hiks…

  9. azaxs Says:

    salam, sebelume maaf dah lama ga bisa blogwalking n berkunjung kesini..

    Belum ada seminggu komen terakhirku dan dunia terasa cepat berlalu. Yup, itulah fitrah kehidupan mas, harus dihadapi dengan penuh keyakinan… hanya Dia-lah yang maha tau..

    Selamat ya, mungkin ini kata yang berat anda terima tapi kata ini pulalah yang paling pantas untuk diungkapkan..

    Ma’annajah Saudaraku :)

    R say:
    ga papa sobat. aku ngerti aktivitas mahasiswa. makasih sdh menyempatkan diri mampir di sini, makasih juga spiritnya. Hidup mahasiswa…!!!

  10. desmeli Says:

    kalau ragu sholat istikharoh dulu mas, jangan mengambil keputusan tanpa melibatkan Allah..meskipun keputasan yang diambil untuk membahagiakan ibu, novel PUDARNYA PESONA CLEOPATRA karangan Habiburrahman boleh juga dibaca tuh mas..disana mungkin banyak hikmah yang bisa diambil :D

    semoga keputusan yang diambil adalah yang menurut mas dan tentunya terbaik menurut Sang Pemilik Kehidupan

    R say:
    aku sudah melakukannya mbak. makasih atas dukungan dan referensinya.

  11. kakanda Says:

    Segeralah menggenapkan separuh dien
    supaya bisa menjelajah dunia :)
    (bawa kunci rumah sendiri)

    R say:
    insya Allah kakanda, mohon do’a restu. :)

  12. masmoemet Says:

    aku siap mendukungmu kawan :)

    R say:
    trima kasih sobat, mohon do’anya saja biar semuanya lancar :)


  13. jadi, gmana kelanjutan ceritanya?
    :mrgreen:

    dirimu jarang main k blogQuwh..
    :(

    R say:
    lagi persiapan mbak. tp ga akan aku posting. mohon do’anya yah…

Leave a Reply