ISBN : 978-979-1070-08-9

Maka keduanya memakan dari pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. Tuhan memilihnya maka dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk”.

 

Kalimat di atas adalah petikan ayat 121-122 dari Surah Thaahaa dalam Al-Qur’an. Jika anda seorang muslim, sepatutnyalah anda meyakininya. Aku membacanya di salah satu sampul buku yang kubeli rabu kemarin, di tulis oleh Om Agus Mustofa. Tapi bukan ayat ini yang membuat aku tertarik ketika membelinya, aku sudah sering membaca ayat ini. Yang membuat aku tertarik adalah judulnya, “Adam Tak Diusir Dari Surga”. Luar biasa, berani, menantang semua paradigma-paradigma lama dengan menggunakan dalil yang sama. Orang tuaku, nenekku, sering bercerita tentang kisah Nabi Adam AS; dialah manusia pertama, lalu diciptakanlah hawa dari rusuk kirinya, hidup bahagia di surga, lalu iblis menggodanya, Adam dan Hawa terbujuk memakan buah khuldi, end of the story, mereka diusir dari surga. Selesai. Sekilas cerita ini mirip dongeng naga, ataupun legenda malin kundang yang dikutuk jadi batu. Ketika kita mencoba berkata, “Ah, masak iya”. Maka sontak semua menjawab “Kan ada dalam Al-Qur’an”. Ternyata ayat ini ditelan mentah-mentah oleh kebanyakan orang, bahkan ustads-ustads kita, imam-imam kita (maaf, tidak semuanya) bercerita tentang firman Allah ini layaknya sebuah dongeng. Hingga pada akhirnya kasus Nabi Adam menjadi kontroversi dan menjadi perdebatan yang sangat panjang, bahkan banyak yg semakin meragukan kebenaran Al-Qur’an karena belum ada penjelasan ilmiah tentang ayat ini. Sesekali ada yg berkata, “Ini adalah kesalahan Adam dan Hawa, seandainya saja mereka tidak memakan buah khuldi, kita sudah duduk santai, angkat kaki, minum teh sambil ngerokok di surga”. Astaghfirullah…

 

Sebenarnya cara untuk mengikuti cerita dengan baik sederhana saja. Ceritanya tentang apa, kapan terjadinya, dimana, kenapa bisa terjadi dan siapa saja pelakunya. Tapi untuk mempercayainya diperlukan pemahaman mengenai keterkaitan faktor-faktor tadi. Karena bisa saja aku mengarang cerita seperti ini, “Malam tadi, kira-kira jam setengah sembilan malam, almarhum Pak Harto sedang bertanding golf melawan Adolf Hitler di tengah laut merah, dan secara kebetulan Abu Nawas keluar sebagai pemenang karena keberuntungannya”. Apa ada yg berani percaya ketololan ini jika tertulis di dalam kitab suci?. Untungnya, tidak ada yang menuliskannya.

 

Bagaimana sebenarnya Kisah Adam dan Hawa? Bagaimana mungkin iblis menggoda mereka jika kejadiannya di surga? Mungkin Malaikat Ridwan lalai dan ketiduran dalam menjaga surga sampai-sampai Iblis lolos dari pengawasannya. Apa malaikat ikut terlibat? Lalu mengapa malaikat tidak dihukum atas kelalaiannya? Seperti apa buah khuldi itu? Mengapa Allah tidak menjelaskan bau, warna, bentuk dan rasanya secara eksplisit dalam Al-Qur’an? Di akhir ayat dikatakan bahwa Allah menerima taubat Adam, mengapa Adam tidak diangkat kembali ke surga? Mengapa iblis tidak mau bersujud kepada Adam? Apakah iblis tidak takut neraka? Apakah iblis diberi penghargaan setelah berhasil menggoda manusia kelak? (rasa-rasanya aku mirip pembawa acara silet yah?)

 

Mungkin anda sudah memiliki petanyaan-pertanyaan lain yang serupa dengan pertanyaanku, kalau iya. Ya dicari dong. Manusiakan makhluk yang belajar. Aku dah kasi bocoran isbn-nya di judul postingan ini. Di sana aku menemukan jawaban dari sebagian pertanyaan2 bodohku, kesemuanya dikupas secara masuk akal dan hampir tuntas oleh Om Agus, dan sekali lagi, menggunakan dalil yang sama. Itung-itung menambah iman kepada mukjizat yg di bawa oleh Rasulullah.

 

Anda tertarik??? Tafaddhal… Selamat mencari, selamat membaca, selamat berpikir.

 

Catatan :

  • Postingan ini bukan untuk tujuan komersial, karena aku sendiri bukan penjual buku, penerbit, apalagi keluarga Agus Mustofa. Aku hanya seorang muslim yang mencoba mengingatkan muslim yg lain.
  • Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada kawan non-muslim yang mungkin sudah negg membaca beberapa postingan terakhirku.
  • Kalau ada yang menemukan cara berkomunikasi dengan Om Agus Mustofa baik melalui chat, email atau blog, tolong beritahu aku. Aku akan sangat berterima kasih, tapi maaf, aku tidak menjanjikan price atas ini.
  • dan satu lagi, hati-hati di jalan :lol:

12 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    mutiatun berkata,

    Mei 13, 2008 @ 1:31 am

    Duh nasib…. koment pertama…
    Dapet berapa yah…. dari penulis do blog ini..???

    R say:
    komen pertama di sini ga susah kok. :)
    jd ga dapat apa2.

  2. 2

    mutiatun berkata,

    Mei 13, 2008 @ 1:34 am

    Baru kepikiran itu kedurhakaan atau konsekuensi Adam dan kensekuensi Allah untuk menerima taubatnya.
    kasi bocoranya dong…. kan kita bisa berbagi aku baca yang laen kak rhyzq baca ini trus kita tukeran gitu… meski mata ini hanya dua, tapi ga bisa berbagi pasa saat yang sama.

    R say:
    sdh aku bilang, kalau buku ini menjawab sebagian pertanyaanku saja, tidak semua. kalau mau diskusi sebaiknya di ym saja, lebih cepat. :)

  3. 3

    desmeli berkata,

    Mei 13, 2008 @ 4:41 am

    wah berarti kita mendapatkan cerita yang sama dunk untuk cerita Adam dan Hawa dari Orangtua kita, nenek kita, ustad kita dan lain sebagainya…gara-gara postingan ini jadi pengen hunting bukunya bapak Agus Mustofa…padahal ini tanggal mulai renta :(

    hayoooo Rizqy tanggung jawab! :P

    R say:
    hahaha… penasaran niye… :mrgreen:

  4. 4

    azaxs berkata,

    Mei 13, 2008 @ 7:37 am

    Selamat membaca….

    R say:
    dirimu kan aktivis kammi, sebaiknya baca yg kayak ginian mas.

  5. 5

    azaxs berkata,

    Mei 13, 2008 @ 7:38 am

    Banyak buku yang menceritakan Adam Hawa… tapi suer mas.. saya pingin baca buku yang satu ini…

    R say:
    monggo mas…

  6. 6

    lainsiji berkata,

    Mei 13, 2008 @ 10:40 am

    itu nomer ISBN nya ya

    *aku cari di mbah gugel ga ketemu*

    R say:
    yup, tenaga dalam mbah gugel kan terbatas juga :mrgreen:
    lgsg ke gramed aja mas.

  7. 7

    hanggadamai berkata,

    Mei 13, 2008 @ 5:36 pm

    kan waktu itu syetan blm diusir dari neraka..
    trus iblis punya sifat sombong..

    R say:
    belum diusir dari surga maksudnya mas? dalam ayatkan yg menjadi obyek penderita (konon diusir) cuma adam, bukan iblis dan malaikat. ada ayat yg mengatakan bahwa iblis tidak sujud kepada adam. tp tidak ada ayat mengatakan bahwa iblis di usir dari surga. iblis memang punya sifat sombong, tapi sebenarnya disitulah peran antagonisnya sebagai tangan kiri Tuhan menguji manusia. aku tidak bela-belain iblis lho. tp Allah menciptakan iblis tentu ada fungsinya. iya ga ;)

  8. 8

    hanggadamai berkata,

    Mei 13, 2008 @ 5:38 pm

    ganti themes lagi ya mas??

    R say:
    iya ngga, soalnya yg kemarin banyak yg ga suka. :(

  9. 9

    achoey sang khilaf berkata,

    Mei 14, 2008 @ 3:20 am

    ISBN opo sih ?

    R say:
    international standar books number. itu y g membedakan buku di seluruh dunia ini kang, jd lebih mudah dicari. bah, so tau gw. :)

  10. 10

    amar berkata,

    Mei 14, 2008 @ 9:42 am

    semoga ga jadi bingung anak-anak kecil ya….soalnya menurut yg saya pahami buah khuldi bukan buah kayak yg selama ini kebanyakn orang pahami…gimana klo saya pun beda dengan teman2…boleh ya…..
    Tuhan khan ilmunya sangat tinggi…
    jadi… gimana kalo yg saya pahami dan ikuti BUAH=HASIL …..???
    MMM…klo berkenan gimana klo membaca BUAH ITU ADALAH KEMURKAAN TUHAN di blog aku…
    kira2 tambah bingung ga ya…????
    semoga nggak….amiiin
    semua benar….semoga tdk jadi perselisihan…

    R say:
    aku ucapkan trima kasih sdh bersedia mampir di sini. aku sdh berkunjung ke blog anda dan membaca tulisan anda, tp komen di sana agak susah.

    dalam menafsirkan memang perlu kehati2an, soalnya Al-Qur’an adalah bahasa Tuhan, dan manusia tidak serta merta mengerti maksud firman-Nya. Dalam Al-Qur’an Allah tidak pernah menyebut buah, khuldi atau pohon khuldi, tapi menyebutnya pohon ini (Al-Baqarah 35, Al-A’raf 19, Al-A’raf 20) lalu pohon itu (Thaahaa 121) dan pohon keabadian (Thaahaa 120). Yang aku tangkap dari maksud Om Agus bahwa pohon yg dimaksud adalah simbol dari persetubuhan pria dan wanita, mgkn ini malam pertama Adam dan Hawa lalu Allah menegur mereka dgn malu, saking malunya, mereka (Adam dan Hawa) sadar dan menutupinya dgn daun2 surga (pakaian). Pada kasus inilah manusia pertama kali diajarkan mengenal aurat dan pakaian untuk menutupinya, bukan sekedar binatang yg punya jantung dan kaki lalu bertelanjang kemana-mana. Manusia sbg makhluk yg cerdas dan tahu malu, khalifah di Bumi. Wallahu a’lam.

  11. 11

    Menik berkata,

    Mei 14, 2008 @ 3:07 pm

    kirain ISBN tuh saingannya NBA :mrgreen:

    R say:
    isbn itu salah satu stasiun tipi bunda… :twisted:

  12. 12

    presty larasati berkata,

    Juni 1, 2008 @ 12:55 pm

    beugh…
    kudhu nyari tuh buku via nomer ISBN-nya?

    dah dong Q,, kasih tau aja jawabannya..
    *ngerayu rhyzQ :P *

    R say:
    ceban dulu…
    :lol: :lol: :lol:

RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda