: untuk Ida
Kau lihat sayang, yang tampak hanya jeans-jeans kotor dan setumpuk buku. Tidak teratur, kau boleh memindahkan sesukamu atau meminta ijin sebelum membuang sesuatu.
Perlu kau tahu, sejak aku baligh hanya cermin lemari tua ini yang melihatku berganti pakaian, sampai kau datang. Dari dulu letaknya di sebelah barat, seperti kiblat, agak jauh dari jendela.
Kau dengar sayang, yang bersuara hanya detak detik jam dan putaran kipas. Teratur, kau harus menarikku turun ranjang agar fardhu pertama tetap selesai berjamaah, lalu menutup telinga dari gosip tetangga.
Kalau bosan, kau bisa menjenguk jalan dan taman. Di sana ada debu, ada hujan, dan angsa yang tak pernah selingkuh didera cuaca.
20 Juni 2008




Juli 8, 2008 pukul 10:07 am
aku rindu
aku rindu
Juli 9, 2008 pukul 1:40 pm
hmm
Juli 9, 2008 pukul 1:41 pm
sungguh indah mas..
Juli 9, 2008 pukul 1:43 pm
Smoga saya bisa cepat menyusul
Juli 10, 2008 pukul 2:50 pm
cie cie…
dah nulis kamar penganten aje
Tapi kalo kamarnya brantakan gitu mana romantis Q ??
Juli 10, 2008 pukul 5:30 pm
- . -
Juli 10, 2008 pukul 5:35 pm
Maaf, hanya ini yang mampu kutulis.
Dan hanya ini mampu aku rasakan.
Aku ingat satu kata, .: S :.
Juli 25, 2008 pukul 6:26 pm
Apa urusan kau menanyakan itu…??