Rampok Sajak #2
Juli 18, 2008
Jika Hatimu Sunyi
Pandapotan MT. Siallagan
Jika hatimu sunyi,
masih mengalir sungai di mataku.
Kunjungi riaknya,
bawa sedihmu, juga joran pancing.
Kail segala yang hilang di situ.
Meriang
M. Aan Mansyur
setiap malam
pintu tak kututup
jendela tak kukatup
kuundang angin yang ingin
merasuk jadi meriang di tubuhku
dan merusak suaraku
aku jatuh cinta
pada suaraku yang berubah
keruh dan basah
sebab di situ, meski samar,
ada suaramu kudengar
aku jatuh cinta
pada badanku yang gigil
dan keningku yang panas
sebab di situ, berulang kuingat,
rengkuhmu ketat
dan kecupmu hangat
Saat Fajar Menyapa
Hendra Kusnandar
saat fajar menyapa
surya bangkit dari peraduan malam
cakrawala memerah tersipu malu
selimut kabutnya mulai tersingkap
sejuta harapan terbentang lagi
umur masih dikandung badan
Allah menyantuni kita lagi
sebelum ajal menjemput
masih ada kesempatan tersisa sebelum wafat
aku hanya ingin membeli kesempatan itu
membayarnya dengan keikhlasan hati
untuk mengatakan, aku masih mencintaimu.
Malam Pertama
Muhammad Paundra
aku ingin menikmati malam ini berdua denganmu
menyatu pada gelora kasih tercipta
biarkan panas api jiwaku membakar jiwamu
karena tubuhmu tercipta untukku
di mana kuikat pada janji tali pernikahan yang suci dan agung
biarkan malam ini menjadi kisah pada samudra hatimu hatiku
berlayar bersama pada keindahan malam pertama
biarkan bibir ini menyentuh dengan lembut pada hamparan bibirmu
lalu…





Juli 18, 2008 at 3:40 pm
Puisi punyaku pasang donk
Juli 18, 2008 at 3:48 pm
trimakasih telah merampok sajakku dan ‘menjualnya’ di sini. moga berguna. sekali lagi, trimakasih, kawan!
Juli 19, 2008 at 3:17 pm
serem euy judul nya…
Juli 22, 2008 at 2:51 am
hahahahahaha…
hallo,kang.
Juli 22, 2008 at 4:28 pm
huhuhuhuhu…..baguuussss….
Juli 25, 2008 at 12:02 am
keren ….
Juli 25, 2008 at 6:22 pm
Jika hatimu sunyi…
kau izinkan semua itu
dan akan kau dapatkan pula keniscayaan.
Juli 31, 2008 at 11:32 pm
diriku mw rampok dirimu aja
Agustus 9, 2008 at 6:14 pm
nice