Mengingatmu
Agustus 28, 2008
sudah lama kita tak saling tukar kabar
sejak rencana-rencana kita kubakar.
orang-orang disekitarku mondar tak mampir
berpuisi dengan gerakan, tanpa suara
sulit kutebak maknanya.
tiba-tiba saja sepi
menyerangku habis-habisan
terpenjara, hanya ditemani waktu
dan kertas pembawa berita kematian
: ajari aku lagi
aku kehilangan pengertian
tentang kuasa, hukuman
karma dan bencana.
: ajari aku lagi
aku keliru tentang cinta
pernah aku anggap sebagai arah panah
menuju desa tanpa tanda baca.
Makassar, 27 agustus 2008





Agustus 28, 2008 at 9:16 am
diriku selalu mengingatmu kok mas…
Keep your spirit !!
Ayo semangat mas Tiar
Agustus 28, 2008 at 3:26 pm
arti puisi nya nech apa ya mas??
Agustus 28, 2008 at 11:50 pm
hmm..
ada makna yang tersirat…
tapi apa ??
diriku sulit mencerna ?
Q.. kemana aja .. sibuk bulan madu ?
Salam buat istrimu ya
kapan2 kita chatting lagi
Agustus 31, 2008 at 12:07 am
terus
masih adakah tersisa kesempatan untuk mengingatku
hik hik hik !!!
September 1, 2008 at 1:04 pm
[...] , Uwiuw, Tigis, Ashardi, NH18, Trijokobs, Jeunglala, Mr El Adani, Diorockout, Ulan, Rafki, Gempur, Rhyzq, Tehaha, Nastanesha, Wizurai, [...]
September 2, 2008 at 12:48 pm
Sahabat,
Met jalani bulan sci
Mohon maaf lahir dan bathin
September 7, 2008 at 1:15 pm
Jika cinta punya mata tapi buta,
Maka kau akan keliru dalam melihat
Ups….
Maaf jika ini hanya sebuah puisi persembahan dari sekian banyak puisi yang tercipta dari seseorang yang pernah kenal dari sekian banyak orang yang pernah mengenalmu
http://mutiatun.wordpress.com/2008/08/16/bunuhlah-aku/
September 9, 2008 at 1:49 pm
Eh… Teteh nambahin ya..
Emang ada yang namanya hukuman karma? Kayaknya menakutkan, padahal yang ada cuma takdir Allah. Iya kan…??
September 10, 2008 at 11:30 am
mampir aja mas..
nggak ngerti maksute saya
September 13, 2008 at 4:32 pm
kuasa oh kuasa, apa kuasa mu terhadap dompet mu sendiri sudah melebihi kuasa mu terhadap blog? apa maksud nya yah komen gue ini?
September 22, 2008 at 11:08 pm
slmt mlm,sobat.
bagaimana khbrnya?
September 27, 2008 at 12:28 am
kayak dalem necgh…hehe