pohon sajak

pohon sajakku ini

akar idealismenya telah rapuh

batang kejujurannya bengkok

ranting ritmenya tak pula elok

dedaun kata indahnya gugur gerah

di mana sajak kemenanganku?

seperti aku yang dulu

selalu membawa senyum manis

untuk kekasihku sewaktu pulang

sajakku kini membawa malapetaka

akar dan batangnya mengapung di selat makassar

membuat para nelayan gusar

sajakku ini tak ingin kutemukan

biarlah ranting dan daunnya tertimbun di tanah besar

ditutupi lantai rumah pejabat yang kasar

Ditulis dalam Isipusajak. Tag: . 4 Komentar »

4 Tanggapan ke “pohon sajak”

  1. dusone Says:

    nice poems…

    salam….

  2. mahardhika dewi Says:

    begitulah paradigma kehidupan saat ini… kejujuran dan idealisme telah banyak ternoda.
    salam dari blog mahardhika :)

  3. RhyzQ Says:

    : dusone
    thanks…

    : mahardika dewi
    hehe… walaikum salam

  4. mutiatun Says:

    Cobalah kau kunjungi
    tentang sebuah desa tanpa tanda baca
    atau perempuan bermata musin semi
    atau gadis musin gugur
    dan andaikan tak kau jumpai
    berjanlah kau kelangit
    pasti…
    pasti…
    dan pasti…
    kan kau temukan

    : mutiatun
    :)
    :)
    :)


Tinggalkan Balasan