Memorabilia
Maret 24, 2009
Saya sungguh lupa kalau saya berada di dalam foto itu, saya tidak mengingat. Bisa jadi saat ini saya memang berusaha untuk tidak berada dalam foto itu, atau berharap digigit ular berbisa dan mati di tempat sebelum gambar itu di ambil.
“foto jaman jahiliah!” Begitulah kawan saya memberi judul foto itu sebelum menempelkannya di wall facebook saya. Biar pun pengambilannya di alam lepas, tampak bahagia bersama dengan banyak kawan-kawan saya, tapi foto itu sama sekali tidak menceritakan bagian indah dari kehidupan saya. Tidak! Bukan! Salah!
Entah apa maksud kawan saya memberi judul sedemikian klise, mungkin supaya terkesan lucu, atau mungkin juga bahwa memang kami adalah sekelompok orang-orang jahiliah. Oh, salah, maksud saya makhluk-makhluk jahiliah.
Beberapa menit sebelumnya kami mendefinisikan diri kami sebagai senior dan yang selain kami adalah junior. Konsepnya, senior bertanya seputaran disiplin ilmu, junior menjawab. Tak ada konsekuensi untuk senior yang tak bertanya, tapi bagi junior, yang tidak menjawab dapat bugk! #$%^, yang menjawab salah dapat plak! plak! plak! @#$% ^, yang menjawab benar akan ditambah pertanyaannya yang lebih sulit sampai mendapat bugk! atau plak! Begitulah kami membuat hukum untuk kepentingan sendiri, sebagaimana kami dahulu menerima begitu saja definisi junior dua tahun sebelumnya lalu menilainya sebagai potret keadilan dari sudut pandang yang salah. Dan kami, melegalkan tindakan kami dengan stempel lembaga intelektual. Atas nama program pengkaderan mahasiswa, kami menindas adik-adik kami. Sungguh memalukan.
Sejak tadi saya memandangi foto itu, mencoba memahami ekspresi wajah saya dan wajah-wajah lain yang ada dalam foto itu satu per satu. Tapi tak satu pun kutemukan wajah manusia di situ.






Maret 26, 2009 at 11:36 am
jahiliyah gimana yah…?
Maret 26, 2009 at 12:45 pm
Hah
Gak ada waajah manusianya
Jadi apa donk?
Maret 28, 2009 at 1:20 am
lo emangnya yang ketemu wajah apa mas???
April 7, 2009 at 7:43 pm
Wah….
Singkat tapi bermakna
Sungguh penceritaan yang bagus, salut atas kesadarannya
Mei 25, 2009 at 12:01 am
dan untungnya blue tak ada diantara photo itu
sebab blue kan manusia juga hehehe………….canda ya sahabat
salam hangat selalu
Pa cabar?
Juni 7, 2009 at 11:31 pm
@mutiatun : ya jahiliyah…
@kang achoey : setan berwujud manusia. hwehwehwe…
@reallylife : sm dgn di atas.
@agung rahmatullah : thanks…
@kezedot: baik brother…