Tanpa Judul #1
Juni 7, 2009
Setelah cukup lama menunggu loading, akhirnya done juga. Hidung mampet, koneksi lelet, cukup sudah, saya hampir tidak jadi posting malam ini.
Blog ini sdh seperti ladang kering yang jarang dikunjungi. Maklum, saya ikut-ikutan kena demam facebook beberapa bulan terakhir ini. Soalnya bisa ketemu sama teman-teman dari taman kanak-kanak sampai teman-teman kuliah dulu. Simple, just search it by name, n you got it. Ujung-ujungnya reunian, dari ngopi bareng sampai ngos-ngosan gara-gara #@$%^, maksud saya… gara-gara main futsal.
Back to the topic. Waduh, ini yang saya bingung. Menentukan topik. Kasus Manohara, Bu Prita, ambalat, capres cawapres, artis bertengkar dan lain-lain. Kira-kira seperti itulah garis besar masalah manusia-manusia Indonesia yang coba digambarkan oleh elit-elit media, dan ternyata hampir habis dilahap publik.
Tapi ada juga yang tidak kenal istilah manohara, prita, ambalat dan artis-artis lain (jd utk orang2 yg sering nongol di tipi, jgn berbangga dulu…). Namanya Bu Aminah, usia 62 tahun pedagang baju anak-anak, jualannya sedikit, kiosnya kecil. Saya ketemu di pasar yang diberi nama keren “Sambung Jawa”, letaknya di Makassar, bukan di Jawa. Ibu ini sibuknya minta ampun, setelah subuh sudah buka stand jualannya di pasar sambung jawa, tutup menjelang maghrib. Setelah itu jualannya dipindah ke pasar senggol yang lokasinya tidak jauh dari pasar sambung jawa, lalu pulang sekitar jam setengah sebelas malam. Setiap hari. Omzet yang tidak menentu dan terkadang zero memaksanya untuk berpuasa. “Sekalian ibadah” jawabnya sambil tersenyum. Sementara kredit modal usaha sdh tidak pernah dikucurkan untuknya karena usia dan kendala agunan, kendati kapok dengan tengkulak yang memberi kredit berbunga tinggi.
Saya rasa ini salah satu PR untuk para pemimpin dan calon-calon pemimpin. Silahkan teriak-teriak “Dukung saya…!!!” tapi sesekali melihat ke bawah kalau sudah di atas. Dan bersyukurlah…!!! bersyukurlah…!!! Ini penting…!!! Karena tidak semua orang seberuntung Anda.




