Mati lampu berjuta rasanya. Ada yang marah, ada yang jengkel, ada yang benci.
Makassar memang hebat kata banyak orang. Membangun tempat bermain terbesar di Asia katanya lagi. Tujuannya, mengundang investor agar rame-rame membuka bisnis di Makassar, bukan tempat bermain. Lah???
Dan sangat beruntung bisnis ini diluncurkan bertepatan dengan krisis listrik di Sulawesi Selatan, ditambah lagi kurangnya kesadaran masyarakat untuk berhemat listrik, tidur sebelum mematikan lampu, AC dan TV. Lalu keesokan harinya terlihat di tempat bermain yang membutuhkan pasokan listrik yang luar biasa besarnya. Begitu tagihan listrik membengkak, komplain. Listrik dipadamkan, menggerutu. What a paradox??? Ah bingung juga liat masyarakat model begini.
Bagi saya, mati lampu adalah anugrah, dan waktunya ngerjain istri. Enjoy aja. Hehehe…



