pohon sajak
Februari 20, 2009
pohon sajakku ini
akar idealismenya telah rapuh
batang kejujurannya bengkok
ranting ritmenya tak pula elok
dedaun kata indahnya gugur gerah
di mana sajak kemenanganku?
seperti aku yang dulu
selalu membawa senyum manis
untuk kekasihku sewaktu pulang
sajakku kini membawa malapetaka
akar dan batangnya mengapung di selat makassar
membuat para nelayan gusar
sajakku ini tak ingin kutemukan
biarlah ranting dan daunnya tertimbun di tanah besar
ditutupi lantai rumah pejabat yang kasar
Mengingatmu
Agustus 28, 2008
sudah lama kita tak saling tukar kabar
sejak rencana-rencana kita kubakar.
orang-orang disekitarku mondar tak mampir
berpuisi dengan gerakan, tanpa suara
sulit kutebak maknanya.
tiba-tiba saja sepi
menyerangku habis-habisan
terpenjara, hanya ditemani waktu
dan kertas pembawa berita kematian
: ajari aku lagi
aku kehilangan pengertian
tentang kuasa, hukuman
karma dan bencana.
: ajari aku lagi
aku keliru tentang cinta
pernah aku anggap sebagai arah panah
menuju desa tanpa tanda baca.
Makassar, 27 agustus 2008
Rampok Sajak #2
Juli 18, 2008
Jika Hatimu Sunyi
Pandapotan MT. Siallagan
Jika hatimu sunyi,
masih mengalir sungai di mataku.
Kunjungi riaknya,
bawa sedihmu, juga joran pancing.
Kail segala yang hilang di situ.
Meriang
M. Aan Mansyur
setiap malam
pintu tak kututup
jendela tak kukatup
kuundang angin yang ingin
merasuk jadi meriang di tubuhku
dan merusak suaraku
aku jatuh cinta
pada suaraku yang berubah
keruh dan basah
sebab di situ, meski samar,
ada suaramu kudengar
aku jatuh cinta
pada badanku yang gigil
dan keningku yang panas
sebab di situ, berulang kuingat,
rengkuhmu ketat
dan kecupmu hangat
Saat Fajar Menyapa
Hendra Kusnandar
saat fajar menyapa
surya bangkit dari peraduan malam
cakrawala memerah tersipu malu
selimut kabutnya mulai tersingkap
sejuta harapan terbentang lagi
umur masih dikandung badan
Allah menyantuni kita lagi
sebelum ajal menjemput
masih ada kesempatan tersisa sebelum wafat
aku hanya ingin membeli kesempatan itu
membayarnya dengan keikhlasan hati
untuk mengatakan, aku masih mencintaimu.
Malam Pertama
Muhammad Paundra
aku ingin menikmati malam ini berdua denganmu
menyatu pada gelora kasih tercipta
biarkan panas api jiwaku membakar jiwamu
karena tubuhmu tercipta untukku
di mana kuikat pada janji tali pernikahan yang suci dan agung
biarkan malam ini menjadi kisah pada samudra hatimu hatiku
berlayar bersama pada keindahan malam pertama
biarkan bibir ini menyentuh dengan lembut pada hamparan bibirmu
lalu…
Rampok Sajak #1
Juli 11, 2008
Dirampok lalu dipersembahkan untuk seorang sahabat :
Musim Semi
oleh Kanda Eman
Malam ini aku bertemu lagi denganmu
Perempuan bermata musim semi
Dan, seperti biasa
setelah semua berlalu
Selalu ada luka yang tersisa
Dua Kata Cinta
Juli 7, 2008
Aku tidak terbiasa menggunakan kata ini
tapi aku coba menyelipkan dua kata: cinta, tidak lebih.
dalam puisiku, puisimu
biar selibat, antara aku dan kau
biar saling, antara kau dan aku
Hanya penyair-penyair hebat yang bisa
membuat kata ini menjadi indah.
Aku takut mereka akan menertawakan kita.
Kalau begitu
aku tidak usah menuliskannya berkali-kali
meski kita merasakannya berkali-kali.
Aku buat puisi ini sesederhana mungkin, sesingkat mungkin
karena aku hanya menggunakan dua kata: cinta, tidak lebih.
30 Juni 2008
(terinspirasi dari Aku Ingin, karya Sapardi Djoko Damono, 1989)




