April

April 30, 2009

Berhubung koneksi sedang lambat, postingan ini saya persingkat. Niatnya sederhana, cuma mau menulis di akhir bulan April.

Mace

Maret 6, 2009

Kata MACE awalnya merupakan singkatan dari MAma CErewet. Sebuah ikon pemberontakan anak-anak gaul di Makassar untuk ibu/mama/mami/bunda yang sering memperingati anaknya kalau nakal. Ya, awalnya seperti itu, namun lama kelamaan sebutan ‘mace’ ini bergeser kepada ibu-ibu pedagang kaki lima di kampus yang dulunya kami menyebut mereka ‘mama’ sebagian mahasiswa memanggil mereka ‘madam’. Mereka menjual kebutuhan-kebutuhan konsumsi mahasiswa sesuai dengan kemampuan modal mereka masing-masing, karena di tanah itu, di zona yang konon bernuansa ilmiah itu mereka menyandang strata sosial terendah.

Di koran lokal tgl 28 februari kemarin diberitakan bahwa ‘mace’ diberi penghargaan oleh mahasiswa di malam inagurasi mahasiswa baru Fak. Ekonomi Unhas. Senang sekali mendengar berita ini, baru kali ini mereka mendapat perhatian lebih dari mahasiswa untuk sebuah acara ceremonial. Memang mace-mace ini sangat dekat dengan mahasiswa. Mereka adalah teman curhat, sahabat, pembantu, tukang masak, mak comblang, tukang bikin kopi, dan bagi sebagian besar mahasiswa, mereka adalah Ibu! Ibu yang selalu menjaga mahasiwanya, ibu yang selalu menanyakan kondisi perut mahasiswanya, ibu yang selalu ingin melihat mahasiswanya sukses, ibu yang menyayangi mahasiswanya! Jadi kalau ada pihak yang mau coba-coba menyentil dan menurunkan kesejahteraan mereka, maka sontak seluruh mahasiswa merapatkan barisan, DEMONSTRASI!!!

Saya masih ingat salah satu mace di kampus saya bernama Malaniah. Rambutnya ubanan dan kulitnya keriput. Kesimpulannya; sudah tua! . Tidak seperti kebanyakan teman-teman yang lain, saya lebih sering memanggilnya ‘madam malaniah’, ‘madam’ atau yang agak kerenan sedikit ‘mam’ saja. Meskipun banyak tanya, tetapi saya tidak pernah menganggapnya cerewet, karena saya hormat sama dia. Dia ingat betul jadwal kuliah saya. Kalau saya tidak masuk, besoknya pasti bertanya “kenapako tidak masuk kemarin? sakitko? bilang-bilangko kalau ada apa-apa?” (baca: kenapa kamu tidak masuk kuliah kemarin? kamu sakit? kasi tahu saya kalau ada apa-apa”). Sehabis kuliah dan saya kelihatan lelah, belum diminta, air putih sudah tersedia di depan saya. Masuk jam makan siang “nasi campur, bakso atau indomie?” tanyanya. Selesai makan siang “sudah moko sembahyang?” (baca: kamu sudah sholat?). Ketahuan melirik mahasiswi pasti tanyanya “mauko odoki? nanti saya tanyakanko nomor hapenya. hehehe…” (baca: kamu suka sama dia? nanti saya tanyakan nomor HPnya). Kalau dari kejauhan dia melihat kami membuka forum diskusi, maka tak lama kemudian kopi, teh, lengkap dengan kue-kuenya sudah tersedia di hadapan kami.

Entah sejak kapan hubungan kepercayaan antara mahasiswa dan mace terbentuk. Uang milik mace disimpan di dalam sebuah kaleng susu, diletakkan begitu saja di antara jualannya. Tak jarang mace meninggalkan jualan dan uangnya kalau sedang cuci piring atau sholat. Tapi Anda perlu tahu bahwa tak seorang pun mahasiswa yang mau mengambil uang mace. Ini bukan persoalan kasihan, atau karena mace punya keluarga polisi berwajah garang. Tapi ini tentang kepercayaan! Jika seorang mahasiswa mau belanja dan kebetulan mace tidak sedang berada di tempat. Maka dia akan masukkan uang ke dalam kaleng, ambil barang yang mau di beli, dan mengambil sendiri kembaliannya. Anda tidak percaya? Silahkan datang ke ex-kampus saya di UNHAS, buktikan! Lihat sendiri!

Selain itu, meskipun mereka miskin, mace tak pernah mengeluh kalau ada mahasiswa yang utang. Begitupun jika mace butuh uang untuk pulang kampung atau untuk biaya sekolah anaknya, maka mahasiswa tak segan merogoh segepok uang dari kantongnya untuk mace. Seperti itulah hubungan mahasiswa dan mace, semacam simbiosis mutualisme. Indah sekali. Jadi kalau di koran diberitakan bahwa mace mendapat tambahan modal untuk usaha dari sejumlah alumni itu bukan hal yang baru. Tapi mendengar bahwa MACE MENDAPAT PENGHARGAAN DI MALAM INAGURASI MAHASISWA BARU. Pasti mereka senang sekali. Puluhan tahun mereka mendampingi mahasiswa dari generasi ke generasi. Baru kali ini mereka dinaikkan di atas panggung. Bersama petinggi-petinggi akademika. Diberi penghargaan. Silau oleh blitz kamera. Ah, saya belum puas, saya ulangi, Dinaikkan di atas panggung. Bersama petinggi-petinggi akademika. Diberi penghargaan. Silau oleh blitz kamera. LUAR BIASA!!!

I love you madam! I miss you! Tonight, I’ll pray for your happiness.

Menikahi anak Bill Gates

Februari 21, 2009

Seorang ayah sangat menginginkan anaknya untuk menjadi suami dari anak perempuan Bill Gates. Akhirnya semua cara pun ia tempuh untuk memenuhi targetnya tersebut.

I. Ayah kepada Anak.

Ayah : Anakku, aku ingin kamu menikah dengan wanita pilihan Ayah.

Anak : Maaf, Ayah! Aku sdh punya pacar dan aku akan menikah dengan wanita pilihanku sendiri.

Ayah : Tapi anakku, wanita ini adalah anaknya Bill Gates.

Anak : Ah, serius Yah? Kalo gitu, oke deh!

II. Ayah kepada Bill Gates.

Ayah : Saya telah memilihkan calon suami untuk anakmu.

Bill Gates : Tapi, anakku masih terlalu muda untuk menikah.

Ayah : Yang aku pilihkan ini adalah Vice President dari Bank Dunia. Beneran ga mau?

Bill Gates : Ah, serius lo? Kalu gitu, oke deh!

III. Ayah kepada President Bank Dunia.

Ayah : Saya ingin menawarkan seorang anak muda yang bisa dijadikan Vice President untukmu.

President : Maaf, dalam waktu dekat ini saya sudah memiliki banyak Calon Vice President.

Ayah : Eits.. tunggu dulu. Anak muda ini adalah menantunya Bill Gates!!

President : Ah, serius lo? Kalau gitu oke deh!

 

(sumber : tabloid bisnis selular)

Hobi ganti themes

Januari 26, 2009

Lihat saja nanti, theme ini tidak akan bertahan lama!

Saking lamanya tidak membuka akun blog ini, saya hampir lupa paswordnya. Bahkan tadinya username yang saya input saja menggunakan username email. Pengaruh kecil setelah menikah adalah menjadi merasa tua dan agak pikun. Payah.

Senang bisa kembali lagi meski tidak tahu betul harus menulis apa untuk memenuhi satu halaman gratis di blog ini. Kalau ditanya bagaimana rasanya bisa kembali ngeblog lagi? Rasanya seperti menemukan buku saku favorit dalam lemari gudang yang pinggir-pinggirnya sudah mulai digigit tikus. Tapi kalau ditanya hal apa yang saya lakukan setelah sukses login di akun blog ini? ganti theme!!

Mungkin tidak berlebihan kalau saya menganggap diri saya ini salah satu blogger yang suka selingkuh mengganti themes.  Sedikit-sedikit ganti theme, saya mengganti theme hampir di setiap kategori postingan saya berubah, tulis puisi berubah, serius berubah, pura-pura lucu berubah lagi. Ya begitulah, sepertinya saya orang yang lebih menyukai penampilan dari pada hal-hal yang esensial, sebagaimana postingan ini masih carut marut seperti biasanya. Seperti memakai dasi tapi tidak tahu filosofi dasi. Hal apa yang lebih menarik dari soal dasi kecuali corak dan warnanya? Ok. Kembali ke soal themes, untuk menggunakan theme saya tetap subyetif, suka-suka saya, meskipun dengan pertimbangan kenyamanan pembaca lain tapi saya lebih memprioritaskan kenyamanan membaca saya sendiri. Toh yang paling sering mengunjungi blog ini adalah saya juga.

Jadi…

mengertilah…

seperti yang saya bilang tadi…

theme ini tidak akan bertahan lama!

Tuh kan, berubah lagi…

Minal aidin wal fadzin

September 30, 2008

SELAMAT HARI RAYA

IDUL FITRI 1429 H

MOHON MAAF LAHIR BATHIN

                                ~~~ RhyzQ & Keluarga ~~~